Meniran
Meniran adalah jajanan gurih, terbuat dari menir (pecahan beras) dimasak bersama santan dan dibungkus daun pisang ( ditum).
Meniran merupakan penganan khas upacara pernikahan adat Jawa, selain wajik, mendut, carabikang, nagasari, dodol, sengkulun.
Bicara tentang menir mengingatkan saya ke masa kecil, di Purbalingga.
Ketika main ke rumah seorang teman, saya selalu melihat nenek buyutnya (Mak Bobo) sedang menampi beras, memilah antara beras butir utuh dan butir pecah (menir), memasukkan ke wadah karung berbeda. Gerakannya sangat cekatan, meski tangannya sudah sangat renta. Ini dilakukan sepanjang hari, bertahun-tahun hingga akhir hayatnya...
Dulu meniran biasa dibeli nenek saya dari bakul tenongan (penjaja kue keliling dengan wadah anyaman bambu bundar yang disunggi di kepala...).
Puluhan tahun berlalu, baru kali ini saya mencicipinya lagi, setelah membuatnya sendiri dari googling resep. Dinikmati bareng abon rasanya sedap sekali.
Bahan-bahan:
1. 500 gram beras menir (beras yang pecah-pecah)
2. 1/2 butir kelapa, di parut
3. 1/2 liter santan, dari 1/2 butir kelapa
4.1 liter air
5.1 sdm garam, atau sesuai selera
6.5 lembar daun salam
7.Daun pisang secukupnya, untuk membungkus
8.Tusuk gigi secukupnya
Cara membuat :
1.Tumbuk kasar beras yang sudah direndam.
2.Rebus santan kental dan 1/4 sendok teh garam sampai mendidih dan agak kental. Ukur lagi santan 300 ml, Sisihkan.
3.Campur santan encer, beras, dan garam. Masak di atas api kecil sambil diaduk sampai kental.
4.Ambil selembar daun pisang. Letakan sepotong daun pandan.
5.Masukkkan 1 sendok makan adonan beras dan 2 sendok makan santan kental.
6.Bungkus tum. Kukus 30 menit sampai matang.
"Sekian resep menitan simple dan mudah, semoga bermanfaat bagi kita semua terimaksih"

Komentar
Posting Komentar